Info

“Renungan buat semua” Akibat laIai dengan “Satu perkara” ni,belum masuk liang lahad AIIah dah tunjuk sikit… Semoga kita dijauhkan dari terjadi macam ni

Kalau Suami Kita Tak SoIat, Anak Kita Tak SoIat..Tunjuk Kisah Benar Ini Pada Mereka, Dan Doakan Supaya AIIah Bagi Hidayah Untuk Mereka Berubah.

Kalau suami kita tak soIat, anak kita tak solat, tunjuk kisah benar ini pada mereka, dan d0akan supaya AIIah bagi Hidayah untuk mereka berubah…

Temanku berkata kepadaku, “, aku sudah terbiasa mengvburkan m4yat masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar mengu burkan ibu mereka yang mening gal. Aku pergi ke perku buran dan aku menunggu di tempat memandikan m4yat.

Di sana aku melihat empat wanita berhjab bergegas meninggalkan tempat memandikan may4t tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku.

Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan ma yat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan m4yat tersebut. Aku katakan kepadanya,

‘Ini tidak boleh, karena tidak haIal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.’ Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa je nazah wanita yang satu ini sangat besar.

Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan m4yat tersebut. Setelah selesai dika fankan, ia memanggil kami agar ma yat tersebut diusung. Karena jen4zah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kubvran .

Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jen4zahnya terlepas dan terjatvh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang pat4h ketika jena zah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jen4zah dan menutup aurat tersebut.

Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kibIat dan aku buka ka fan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.

Setelah sampai di rumah, aku menghubungi salah seorang anak perempuan je nazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jena zah ke dalam ku buran. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya.

Ia berkata, “ustaz, ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.”

Kisah nyata ini menegaskan bahwa AIIah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su’ul khatimah hamba-Nya yang derhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

Sumber : Sembangdunia

Nota : Selagi kita masih hidup dan kalu terdetik perasaan ingin berubah atau bertaubat,segerakan melakukan perasaan yang datang itu kerana boleh jadi sebentar lagi kemat!an mengunjungi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.